Minggu, 21 Mei 2017

Hasil Karya Kolase dan Montase



Senin, 08 Mei 2017
Praktik Membuat Hasil Karya Kolase dan Montase
Dalam membuat hasil karya yang menarik banyak teknik yang bisa digunakan. Praktik kali ini penulis membuat hasil karya dengan teknik kolase dan montase. Teknik kolase dan montase bisa diterapkan ke anak usia dini dengan memperhatikan tingkap pencapaian anak dan tugas perkembangan anak. dengan kegiatan ini anak akan menuangkan ide-ide kreatifnya melalui hasil karya yang dihasilkan oleh dirinya dengan bantuan orang dewasa. Kegiatan ini bisa dibuat dengan bahan-bahan bekas yang sudah ada dilingkungan sekitar. Teknik ini bisa diterapkan pada anak usia dini yang berada di taman kanak-kanak kelompok B tetapi masih dengan bantuan orang dewasa dalam membuatnya. Lebih lanjut dibawah ini penjelasan dan cara membuatnya :
1.      Kolase (collage)
Kolase adalah teknik membuat hasil karya dengan membuat bentuk-bentuk baru dari bahan jadi yang disusun dengan menarik sebagai unsur gambar. Hasil karya teknik kolase bisa menggunakan bermacam-macam paduan bahan. Selama bahan dapat dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi hasil karya seni kolase yang dapat mewakili perasaan estetis orang yang membuatnya. Dalam seni kolase harus tetap memperlihatkan atau mengenali bentuk aslinya meskipun sudah dirakit menjadi satu kesatuan dari bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang bisa digunakan yaitu daun, biji-bijian, batu krikil, manik-manik, koran bekas, kapas, bekas gregaji kayu, bekas rotan kayu dan masih banyak lagi yang lainnya.
Membuat Kolase Ikan
a.      Alat dan Bahan

-          Gunting
-          Lem fox
-          Tisu
-          Daun rambutan
-          Lalang
-          Rumput kering
-          Daun jambu biji
-          Kertas hvs (disini penulis menggunakan warna biru)
-          Daun bunga kembrakan

b.      Cara Membuatnya
-          Kumpulkan  daun-daun yang masih hijau atau daun kering atau yang baru menguning. Perhatikan dalam memilih daun, agar tidak memilih yang robek atau berlubang karena dimakan ulat. Sebenarnya daun apapun boleh digunakan.
-          Setelah semua daun terkumpul ratakan dengan menaruh daun dibawah tumpukan buku agar daun mudah ditempelkan pada kertas dasar kolase.
-          Setelah daun sudah rata, tempelkan daun rambutan yang berukuran cukup besar di atas kertas dasar kolase sebagai badan ikan. Untuk daun rambutan jangan semua diisi lem karena masih menempelkan siripnya jadi bagian tengah-tengah saja dilem.
-          Letakan beberapa helai daun bunga kebrakan (6-8 helai) diatas badan ikan dan dibawah badan ikan sebagai sirip. Daun bunga kembrakan diletakan dibawah daun rambutan.
-          Gunting daun jambu biji untuk membuat bentuk kepala ikan dan ekornya. Untuk ukurannya disesuaikan dengan badan ikan.
-          Buatkan mata ikan dengan menggunting daun yang berwarna lain. Disini penulis menggunakan tisu.
-          Untuk memperindah dapat ditambahkan beberapa rumput kecil yang kering, daun papaya, lalang, daun pisang yang kering (bentuk bintang), dan daun bunga kembrakan. Daun-daun ini disusun sedemikian rupa menjadi bentuk tanaman air.
c.       Hasil Karyanya
 Alat dan Bahan
 Badan Ikan
Sirip Bagian Atas
 Sirip Bagian Bawah

Membuat Kepala dan Ekor Ikan
 Membentuk Kepala dan Ekor Ikan
Memasang Kepala dan Ekor Ikan
 Memasang Mata Ikan
 Memasang Rumput sebagai Hiasan
 Memasang Hiasan


Hasil Akhir


2.      Montase (montage)
Montase adalah teknik membuat hasil karya dengan membentuk gambar baru dari gambar yang telah ada sebelumnya sebagai bahan olahan bentuk baru. Teknik montase terdiri dari beberapa yang sudah jadi hanya kemudian dipotong-potong lalu dipadukan menjadi satu kesatuan karya ilustrasi.
a.      Alat dan Bahan
-          Gunting
-          Lem
-          Koran bekas
-          Gambar pemandangan
b.      Cara Membuatnya
-          Gunting gambar-gambar yang ada di Koran seperti gambar semut, kuda, manusia dan pohon. Disini untuk gambar boleh mencari dimana saja sesuai dengan keinginan.
-          Kemudian tempelkan gambar-gambar yang sudah dibentuk sesuai dengan keinginan dan imajinasi.
-          Hasil karya dengan teknik montase sudah jadi.
c.       Hasil Karyanya

Alat dan Bahan
Menyusun Gambar
Hasil Akhir
Selamat Mencoba...

Teknik Mozaik


Jumat, 05 Mei 2017
Mozaik
Mozaik adalah teknik membuat hasil karya dengan menempelkan beberapa kepingan-kepingan atau potongan-potongan yang sudah dibentuk atau yang sudah ada pada pola gambar. Potongan-potongan atau kepingan-kepingan ini disusun sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai macam warna yang dikombinasikan menjadi satu kesatuan yang menarik. Kegiatan ini bisa diberikan pada anak usia dini yang duduk di taman kanak-kanak kelompok B. Dengan kegiatan ini dapat mengembangkan aspek-aspek Perkembangan anak seperti kognitif (menggunakan imajinasinya dalam membuat hasil karya), fisik motorik (menggunakan jari-jemarinya saat menempelkan), bahasa (menceritakan hasil karya yang dibuat), sosial-emosional (melatih kesabaran dalam menempelkan kepingan-kepingan atau potongan potongan benda).  Kegiatan mozaik bisa menggunakan biji-bijian, mani-manik, kancing baju, batu kerikil, kepingan pecahan keramik, potongan kertas, potongan daun, potongan kayu dan yang lainnya. Dalam memberikan kegiatan mozaik ke anak usia dini bahan-bahan yang digunakan jangan membahayakan bagi anak.
1.      Alat Dan Bahan
-          Lem
-          Pola gambar (pola gambar kupu-kupu)
-          Biji buncis
-          Biji kacang jongkok
-          Biji kacang kedelai
-          Bjji kacang hijau
-          Biji kacang undis
2.      Cara Membuatnya
-          Isi lem bagian badannya terlebih dahulu kemudian tempelkan kacang jongkok (bagian ekor), buncis(bagian badan, undis (bagian kepala), kacang hijau (bagian kumisnya), dan undis (bagian ujung kumisnya)
-          Isi lem semua bagian pinggir sayap dan tempelkan kacang buncis.
-          Kedua bagian sayap bagian depan tempelkan kajang jongkok.
-          Untuk bagian belakang menggunakan kacang kedelai.
-          Berikan hiasan bunga menggunakan kacang buncis.
-          Hasil karya mozaik sudah selesai.
3.      Hasil Karyanya

Bahan

  mozaik kupu-kupu selesai
membuat hiasan bunga dari buncis

membuat hiasan bunga dari buncis
 hasil akhir


Selamat Mencoba...

Pembelajaran Seni Rupa Anak Usia Dini



Jumat, 28 April 2017
Pembelajaran Seni Rupa Anak Usia Dini
Dalam pembelajaran pada anak usia dini ada yang namanya dunia anak adalah dunia bermain. Artinya keseharian anak hanya dipenuhi dengan kegiatan bermain, anak usia dini memiliki imajinasi yang tinggi sehingga dia banyak menciptakan permainan yang menarik bagi dirinya sendiri. Melalui bermain dapat juga menciptakan hasil karya dengan memanfaatkan imajinasinya. Selain imajinasi juga melibatkan pengalaman mengamati, mengalami, merasakan dan menikmati. Dalam kegiatan membuat hasil karya berikan kebebasa kepada anak sehingga anak akan merasa senang dalam menciptakan hasil karyanya yang dibuat. Seni yang diciptakan atau yang dibuat oleh anak-anak berbeda dengan seni yang diciptakan atau dibuat oleh orang dewasa, hal ini dikarenakan mental maupun karakter fisik berbeda. Hal ini sangat penting diperhatikan dalam penilaian hasil karya anak didik, agar hasil karya anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa. Melalui pembelajaran seni rupa untuk anak usia dini diharapkan anak-anak bisa mengembangkan ide kreatifnya melalui hasil karya.
Dalam memberikan pembelajaran seni rupa untuk anak usia dini harus tematik agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yeng menghubungkan berbagai bahasan  dari kopetensi dasar secara teintegrasi kedalam satu tema. Hal ini bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan digunakan untuk memperluas wawasan dalam rangka menghantarkan kematangan perkembangan anak. Pembelajaran seni rupa untuk anak usia dini tidak bisa diberikan secara terfokus seperti pembelajaran orang dewasa melainkan diberikan melalui tema yang sudah ditentukan atau dibuat dalam pembelajaran sehari-hari yang dinamakan RPPH (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian). Melalui kegiatan yang sudah dicantumkan dalam RPPH ini anak bisa membuat hasil karya yang menarik bagi dirinya.

Senin, 08 Mei 2017

Praktik Cetak Tinggi dan Membatik menggunakan Alat dan Bahan Sederhana



Praktik Cetak Tinggi
Banyak teknik yang bisa digunakan dalam percetakan, tetapi pada pertemuan kali ini penulis menggunakan teknik cetak tinggi dan membatik. Cetak tinggi dan membatik bisa diterapkan dalam pembelajaran ke anak usia dini dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana yang ada disekitar lingkungan anak. cetak tinggi menggunakan bahan seperti wortel, kentang, ubi, potongan pelepah daun pisang dan yang lainnya. Untuk membatik menggunakan lilin, dimana fungsi lilin yaitu untuk menutupi kain agar tidak kena warna. Biasanya dalam membatik menggunakan peralatan khusus, seperti kain putih (kain yang meresap warna), lilin (sebagai bahan perintang) bahan pembangkit warna, bahan pelarut napthol, bahan pelarut garam dan canting.  Dalam pertemuan ini penulis mempraktikkan teknik cetak tinggi menggunakan wortel, kentang, pelepah pisang dan pewarna makanan. Untuk membatik menggunakan lilin dan warna makanan serta kuas.
Praktiknya sebagai berikut :
A.    Cetak Tinggi
1.      Alat dan Bahan
-          Pelepah daun pisang, wortel, kentang dan singkong
-          Buku gambar atau kertas hvs
-          Pisau
-          Koran
-          Tempat warna makanan
2.      Cara Membuatnya
-          Potong pelepah daun pisang secara merata boleh datar maupun mereng dalam pertemuan ini penulis memotongnya secara datar.
-          Potong wortel/kentang/singkong secara merata kemudian bentuk sesuai keinginan diri sendiri boleh bunga, segitiga maupun yang lainnya.
-          Coba potongan-potongan tadi dicelupkan di warna makanan kemudian di tempelkan pada kertas yang belum dipakai sebagai percobaan.
-          Jika hasil gambarnya sesuai dengan keinginan maka lanjutkan ke kertas yang dipakai.
Contoh gambar cetak tinggi yaitu sebagai berikut 
Alat dan Bahan

 Membentuk Wortel
Membentuk Wortel
 Cetak Tinggi menggunakan Wortel
Cetak Tinggi menggunakan Wortel



Hasil Akhir


Kombinasi Pelepah Daun Pisang dan Wortel

Hasil Akhir




B.     Membatik
1.      Alat dan Bahan
-          Lilin
-          Kertas
-          Pewarna makanan
-          Tempat warna
-          Kuas
-          Koran
2.      Cara Membuatnya
-          Gambar pola batik atau pola yang lain terlebih dahulu menggunakan lilin di kertas, kali ini penulis membuat pola bunga dan tulisan hari kartini.
-          Berikan sapuan warna menggunakan kuas pada kertas hingga merata sehingga  yang terkena lilin tidak akan terkena warna.
Contoh gambar membatik yaitu sebagai berikut
 Alat dan Bahan
 Melukis menggunakan Lilin
Hasil Teknik Membatik
Hasil Membatik